Musik jalanan di Indonesia memang tidak pernah kehilangan daya tariknya. Mengapa musik jalanan di Indonesia begitu populer? Banyak yang berpendapat bahwa musik jalanan memiliki keautentikan dan keberagaman yang sulit untuk ditandingi oleh jenis musik lainnya.
Pakar musik dari Universitas Indonesia, Prof. Ahmad Satria, mengatakan bahwa musik jalanan merupakan bentuk ekspresi seni rakyat yang mampu menghadirkan keceriaan dan kebersamaan di tengah kehidupan urban yang serba cepat. “Musik jalanan adalah cerminan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Melalui musik jalanan, kita bisa melihat bagaimana keberagaman budaya dan aliran musik dapat bersatu dalam sebuah karya seni yang unik,” ujarnya.
Tidak hanya itu, musik jalanan juga dianggap sebagai sarana untuk mengungkapkan aspirasi dan kegelisahan sosial. Menurut aktivis seni jalanan, Budi Santoso, musik jalanan seringkali digunakan sebagai wadah untuk menyuarakan isu-isu sosial dan politik yang terjadi di masyarakat. “Musik jalanan bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk berbicara tentang ketimpangan sosial dan keadilan,” tuturnya.
Selain itu, musik jalanan juga memberikan kesempatan bagi para musisi independen untuk menunjukkan bakat dan karya-karya mereka kepada publik. Dengan biaya produksi yang relatif murah, musisi jalanan dapat dengan mudah mengakses pasar dan memperluas jangkauan audiens mereka.
Menurut data dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, jumlah penggemar musik jalanan di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa musik jalanan bukan hanya sekadar tren sesaat, tetapi telah menjadi bagian integral dari kehidupan budaya Indonesia.
Dengan begitu banyak alasan yang mendukung popularitas musik jalanan di Indonesia, tidak heran jika musik jalanan terus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Jadi, jika Anda belum pernah merasakan sensasi musik jalanan, segeralah mencari pertunjukan musik jalanan terdekat dan rasakan sendiri keajaibannya!